Artikel RS Mitra Bangsa
Ini Alasan Pria Juga Butuh Skincare
Skincare atau perawatan pada wajah adalah hal yang sangat dibutuhkan, terlebih banyaknya kendaraan membuat polusi dan debu yang dapat menempel di kulit. Jika tidak dibersihkan, kotoran ini dapat menyebabkan masalah kulit seperti jerawat atau komedo. Inilah alasan mengapa beberapa produk kecantikan dan perawatan wajah sangat digandrungi khususnya bagi para wanita. Sobat Mitra perlu tahu, bahwa skincare tak hanya diperuntukkan bagi wanita, bahkan pria juga sebenarnya perlu melakukan perawatan wajah. Mengapa demikian?
Kulit wajah pria bisa kotor karena debu yang menempel atau dari asap kendaraan. Kotoran ini justru lebih mudah menempel karena kebanyakan kulit pria lebih berminyak daripada wanita. Faktanya, seiring bertambahnya usia, perubahan warna kulit pria lebih signifikan dari wanita. Jika tidak melakukan perawatan kulit, skin barrier atau pelindung kulitmu bisa rusak. Akibatnya, kulit rentan kering dan kusam, serta muncul flek hitam, komedo, kerutan, dan jerawat. Ada 3 basic skincare yang wajib dilakukan, ini termasuk sabun wajah, pelembap, dan sunscreen. Namun Sobat Mitra bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal jika menggunakan toner dan moisturizer.
Sabun Wajah
Urutan basic skincare yang pertama, Sobat Mitra harus membersihkan wajah dengan sabun wajah atau facial wash. Hal ini penting dilakukan, baik di pagi maupun malam hari agar wajah tidak jerawatan.
Toner Wajah
Fungsi toner adalah membantu untuk mengembalikan pH kulit wajah agar kembali normal, menghidrasi kulit, mengencangkan pori-pori kulit, meredakan iritasi, serta mempersiapkan kulit untuk tahapan perawatan selanjutnya.
Moisturizer
Setelah menggunakan toner, Sobat Mitra disarankan untuk menggunakan Mouisturizer untuk menghidrasi kulit agar tetap lembab.
Sunscreen
Produk yang tidak boleh dilewatkan dalam rutinitas adalah sunscreen. Sunscreen membantu kulit kita agar lebih terproteksi dari sinar UV. Sinar UV dapat membuat kulit lebih rentan terhadap penuaan dini yang memicu munculnya kerutan, lebih mudah terbakar, muncul flek, dan dalam kasus yang lebih serius bisa berpotensi terkena kanker kulit.
Itulah pentingnya merawat kulit wajah untuk mencegh timbulnya masalah kulit yang membahayakan. Jika Sobat Mitra mengalami keluhan terhadap kulit, dianjurkan untuk konsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit. dr. Y.F. Rahmat Sugianto, Sp. DVE akan membantu kamu dalam memberikan rekomendasi pengobatan atas masalah kulitmu.
Mengenal Adverse Childhood Experience Lewat Film “JUMBO”
Adverse Childhood Experience adalah pengalaman tidak menyenangkan yang dialami saat masa kecil. ACEs didefinisikan sebagai kejadian-kejadian yang membuat anak terluka atau tertekan di masa kecil hingga berdampak pada perkembangan kesehatan fisik dan psikologisnya. Pengalaman ini biasanya disebabkan oleh lingkungan sekitar atau. Refleksi ACEs dapat ditemukan pada latar belakang beberapa karakter film “JUMBO”. Seperti karakter Don yang kehilangan orangtua, Maesaroh dan Nurman yang dikisahkan hidup bersama kakek tanpa peran orangtua secara emosional, dan Atta yang tumbuh tanpa orang tua dalam kondisi kemiskinan. Isu perundungan anak-anak yang diceritakan dalam hubungan antara Don dan Atta. Perundungan adalah masalah nyata yang kompleks pada lingkungan anak-anak dan berpotensi mengalami masalah kesehatan mental di kemudian hari.
Melalui film JUMBO, penonton dihadapkan pada realitas terhadap peran keluarga dan lingkungan bagi pengembangan karakter anak. Trauma pada anak dapat membekas bahkan seumur hidup. Agar trauma tersebut dapat hilang atau tidak mengganggu pertumbuhan anak, peran orangtua dalam mendeteksi dan mengatasi trauma sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk membekali anak bukan hanya dengan apa yang mereka inginkan, tapi yang benar-benar mereka butuhkan.
Beberapa gejala trauma pada anak yang harus diwaspadai orang tua antara lain:
Perubahan Perilaku
Salah satu hal yang perlu orang tua waspadai karena bisa menjadi gejala trauma pada anak adalah perubahan perilaku, contohnya anak yang sudah tidak mengompol tiba-tiba menjadi sering mengompol karena perasaan cemas, atau yang paling parah jika anak menolak untuk makan sehingga berdampak pada masalah kesehatan lainnya.
Perubahan Emosi
Perubahan emosi merupakan gejala yang paling mungkin terlihat etika anak mengalami trauma. Anak yang mengalami trauma biasanya menjadi lebih sering ketakutan, bahkan pada sesuatu yang seharusnya tidak perlu ia takuti. Selain itu, anak juga sering merasa sedih dan menangis tanpa sebab. Bahkan, tak jarang ia suka menyalahkan dirinya sendiri.
Menjadi Pendiam
Parents harus wasapda jika mendapati buah hati yang biasanya periang dan terbuka dengan orang tuanya, lalu mendadak menjadi pendiam dan tertutup, apalagi jika anak sampai menjauh. Cobalah untuk berbicara dari hati ke hati dan tanyakan apa yang sedang mereka pikirkan atau seputar perubahan perilakunya tersebut. Jika pendekatan yang parents lakukan berhasil, biasanya sedikit demi sedikit anak akan bercerita.
Menjadi Manja
Oleh karena ingin memperoleh perhatian lebih, biasanya anak akan menjadi lebih manja. Sebaiknya jangan langsung memarahi anak. Berusahalah untuk melakukan pendekatan dan tanyakan kepada anak apa yang membuatnya bersikap seperti itu.
Parents harus lebih sabar dalam menghadapi situasi anak dengan trauma. Jangan biarkan anak berlarut larut pada trauma yang dialaminya karena dapat menyebabkan anak semakin cemas dan takut. Untuk melatih keberanian anak keluar dari traumanya, pastikan parents melakukannya secara bertahap. Misalnya, mulai dengan kenalkan anak pada sumber traumanya atau latih untuk lebih bersikap bijak menyikapi suatu kejadian.
Penting Lakukan Ini Setelah Momen Lebaran
Hai Sobat Mitra. Makanan berat seperti opor, rendang, dan kue kering seperti nastar dan putri salju adalah makanan khas yang hamper selalu dihidangkan saat Hari Raya Idul Fitri. Namun tahukah kamu, ternyata makanan makanan tersebut jika dikonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Kandungan santan, garam, lemak, dan kolesterol yang berlebihan bisa memicu berbagai penyakit. Agar tubuh tetap fit dan sehat setelah menyantap berbagai makanan khas lebaran, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.
Lakukan 3 tes ini untuk mengetahui kondisi kesehatanmu pasca menyantap makanan khas lebaran1. Tes gula darah
Pemeriksaan kadar gula (glukosa) di dalam darah dilakukan dokter untuk mendeteksi penyakit diabetes dan untuk mencegah komplikasi bagi pengidap diabetes. Makanan seperti ketupat opor, nastar, putri salju, atau kue manis lainnya memiliki kalori dan karbohidrat berlebih yang menjadi penyebab kadar glukosa meningkat. Oleh sebab itu, bagi Sobat Mitra pecinta makanan manis kita harus mengatur asupan makanan berkalori tinggi, karena mereka bisa membahayakan para pengidap diabetes.
2. Cek kolesterol
Makanan bersantan sebagai sajian khas lebaran adalah sumber kolesterol jahat. Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah bagi tubuh, salah satunya meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular. Dalam beberapa kasus, kolesterol tinggi bisa tidak bergejala sama sekali, namun, ada juga yang menunjukan gejala kolesterol tinggi. Jangan menunggu sampai gejala muncul baru, kita disarankan untuk memeriksakan kadar kolesterol dalam tubuh sedini mungkin untuk mencegah berbagai masalah kesehatan yang mungkin terjadi.
3. Cek asam urat
Cek asam urat bisa dilakukan dengan dua cara, yakni tes asam urat dalam darah dan tes asam urat dalam urine. Tes darah dilakukan dengan mengambil sampel darah agar bisa menunjukkan kandungan atau kadar asam urat seseorang berdasarkan analisis laboratorium. Sementara pemeriksaan urine dilakukan dengan cara mengambil sampel urine untuk tujuan yang sama. Pemeriksaan ini membantu kita untuk mengetahui bagaimana kinerja fungsi ginjal dalam membuang asam urat. Jika hasil pemeriksaan menunjukan bahwa ginjal tidak dapat membuang asam urat dari darah secara normal, risiko pembentukan batu ginjal menjadi lebih besar. Itulah sebabnya tes urine perlu dilakukan untuk mengetahui ada atau tidak batu ginjal akibat asam urat tinggi.
Amankah Minum Es saat Buka Puasa?
Sobat Mitra setuju gak kalau minum es saat berbuka bikin badan jadi lebih segar? Melihat minuman segar seperti es memang membuat kita ngiler terlebih setelah menahan haus seharian. Namun mengonsumsi es ternyata tidak senikmat yang kita bayangkan, sebab minum es saat berbuka puasa dapat berbahaya bagi kesehatan. Berikut alasannya:
1. Mengganggu proses pencernaan Suhu dingin yang terdapat pada es ternyata menghambat aktivitas enzim dan asam lambung. Hal ini bisa menyebabkan Sobat Mitra mengalami gangguan pencernaan seperti mual, diare, dan kembung. 2. Memicu migrain Suhu dingin dapat mempengaruhi aliran darah ke otak dan lambung, yang dapat memicu reaksi negatif dalam tubuh. 3. Menyebabkan kembung Suhu dingin dapat membuat otot-otot perut mengencang dan mengalami kontraksi. Kondisi ini dapat mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan kembung dan nyeri perut. 4. Menyebabkan permasalahan gigi dan mulut Mengonsumsi banyak es dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan keretakan pada gigi. Apakah tidak boleh mengonsumsi es saat buka puasa?
Mengonsumsi es saat buka puasa tetap diperbolehkan asal memperhatikan beberapa hal, namun buka puasa lebih baik memilih minuman dengan air yang manis dan hangat supaya tidak membuat kaget lambung yang kosong setelah seharian penuh. Minuman seperti teh manis hangat bisa dianjurkan sebagai minuman buka puasa karena dapat menormalkan kembali gula darah setelah berpuasa. Minuman manis juga tidak boleh berlebihan, satu gelas teh manis sudah cukup membantu menaikkan gula darah dan membuat tubuh kembali berenergi.
Jika Sobat Mitra menyukai minuman dingin saat buka puasa, beberpa hal harus diperhatikan, seperti: 1. Pastikan es yang dikonsumsi berasal dari sumber yang bersih 2. Perhatikan kondisi sanitasi tempat pembuatan es 3. Jangan mengonsumsi es yang dicampur dengan bahan-bahan yang tidak bersih 4. Simpan es di dalam freezer dengan suhu yang tepat 5.Jangan mengonsumsi es terlalu banyak
Intip Rekomendasi Takjil Sehat Tetap Nikmat
Sudah menentukan mau mengonsumsi takjil apa sore ini? Sebagian orang lebih memilih untuk mengonsumsi makanan yang memuaskan nafsu saat berbuka dibanding makanan sehat. Itulah kenapa biasanya orang akan ramai mengantre untuk takjil dengan rasa gurih, asin dan manis, seperti gorengan atau berbagai makanan manis sebagai makanan penutup. Hal ini boleh dilakukan, namun jika menjadi kebiasaan akan mengganggu kesehatan mu lho Sobat Mitra!
Selain mengganggu kesehatan, ternyata mengonsumsi takjil yang kurang sehat bisa mengganggu kualitas puasamu. Mengonsumsi takjil yang mengandung banyak gula, garam, dan lemak dapat berisiko mengalami gangguan kesehatan, seperti diabetes, hipertensi, obesitas, hingga naiknya kadar gula dalam darah.
Ini rekomendasi takjil sehat yang bisa kamu konsumsi saat berbuka puasa
1. Buah Kurma
Kurma merupakan buah yang mengandung gula alami dan kaya akan nutrisi, seperti kalori, karbohidrat, serat, protein, zat besi, vitamin, mineral, dan antioksidan.
2. Sop atau Es Buah
Selain kurma, kamu bisa mengonsumsi buah-buahan segar lainnya untuk berbuka. Sebab, buah mengandung gula alami dan serat yang bisa mengembalikan kadar gula dalam darah.
3. Kolak Pisang Tanpa Santan
Isian kolak bisa bermacam-macam, mulai dari ubi, pisang, biji salak, singkong, labu, dan lain-lain. Makanan tersebut mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Agar lebih sehat, kamu bisa mengganti santan dalam kolak dengan susu rendah lemak.
4. Sup
Sup memberikan asupan serat yang direkomendasikan sebagai menu buka puasa yang sehat. Sup mengandung berbagai macam jenis sayur-sayuran yang bisa memperkaya zat gizi.
5. Lumpia buah basah
Menu buka puasa sehat yang satu ini sama seperti lumpia basah pada umumnya, tetapi isi lumpia diganti dengan buah-buahan yang anda sukai. Berbeda dengan lumpia yang umumnya digoreng, makanan ini dapat dikreasikan dengan teknik pengolahan makanan seperti dipanggang untuk mendapatkan kulit lumpia yang renyah dan gurih.
Ini Akibat Sex Bebas Bagi Remaja
Seks bebas diartikan oleh masyarakat Indonesia sebagai aktivitas seksual yang dilakukan di luar nikah dan bukan dengan pasangan sah. Seks bebas juga dihubungkan dengan seseorang yang berganti-ganti pasangan tanpa ada komitmen yang jelas. Berdasarkan data tahun 2024, tercatat sekitar 27 ribu kasus baru HIV per tahun, dan hampir 50% terjadi pada kelompok remaja dan anak muda. Hal tersebut harus menjadi perhatian masyarakat tertutama orang tua, untuk menjadikan kelompok remaja dan anak muda sebagai prioritas agar pencegahan dan pengendalian HIV dapat berjalan optimal. Seks bebas membuat seseorang yang melakukannya rentan alami penyakit, seperti:
Terkena IMS (Infeksi Menular Seksual)
Tertular HIV
Terkena penyakit kanker serviks
Komplikasi kehamilan
Depresi pasca persalinan
Putus sekolah dan gangguan kesehatan mental
Rasa ingin tahu pada remaja cenderung tinggi, sebab pada usia ini mereka sedang dalam tahap pencarian jati diri. Kemajuan teknologi juga menjadi salah satu hal yang memfasilitasi para remaja untuk mencari jawaban atas rasa keingintahuannya. Akses internet dan kemampuan smartphone yang semakin canggih menimbulkan berbagai dampak positif dan negatif. Dampak negatif ini yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam mendidik anak agar anak tidak terjerumus dalam pergaulan yang menimbulkan berbagai macam masalah. Beberapa hal yang menjadi faktor remaja melakukan seks bebas diantaranya:
Dorongan seksual yang sulit dikendalikan
Dorongan seksual yang dianggap sebagai ungkapan kasih sayang
Keinginan untuk menyakiti diri/orang lain
Keinginan untuk diakui dalam suatu kelompok
Keinginan untuk diakui kemampuan dari organ seksualnya
Pengaruh lingkungan yang tidak tepat
Kurangnya peran orang tua dalam memberikan informasi tentang reproduksi
Pengaruh media sosial/film porno
Hubungan kekasih yang tidak sehat
Kurangnya pemahaman remaja mengenai risiko seks bebas
Bahaya pergaulan bebas pada remaja tidak boleh disepelekan. Untuk mencegahnya, orang tua perlu mendampingi anak dan memberikan pemahaman kepada mereka tentang pentingnya upaya menjaga diri. Untuk itu, pendidikan seksual penting untuk diberikan orang tua kepada anak sejak dini.
Berikan pemahaman mengenai bahaya pergaulan bebas
Dukung remaja melakukan kegiatan positif
Terapkan aturan pulang jam malam
Awasi anak dalam menggunakan media sosial
