Penting Lakukan Ini Setelah Momen Lebaran
Hai Sobat Mitra. Makanan berat seperti opor, rendang, dan kue kering seperti nastar dan putri salju adalah makanan khas yang hamper selalu dihidangkan saat Hari Raya Idul Fitri. Namun tahukah kamu, ternyata makanan makanan tersebut jika dikonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Kandungan santan, garam, lemak, dan kolesterol yang berlebihan bisa memicu berbagai penyakit. Agar tubuh tetap fit dan sehat setelah menyantap berbagai makanan khas lebaran, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.
Lakukan 3 tes ini untuk mengetahui kondisi kesehatanmu pasca menyantap makanan khas lebaran
1. Tes gula darah
Pemeriksaan kadar gula (glukosa) di dalam darah dilakukan dokter untuk mendeteksi penyakit diabetes dan untuk mencegah komplikasi bagi pengidap diabetes. Makanan seperti ketupat opor, nastar, putri salju, atau kue manis lainnya memiliki kalori dan karbohidrat berlebih yang menjadi penyebab kadar glukosa meningkat. Oleh sebab itu, bagi Sobat Mitra pecinta makanan manis kita harus mengatur asupan makanan berkalori tinggi, karena mereka bisa membahayakan para pengidap diabetes.
2. Cek kolesterol
Makanan bersantan sebagai sajian khas lebaran adalah sumber kolesterol jahat. Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah bagi tubuh, salah satunya meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular. Dalam beberapa kasus, kolesterol tinggi bisa tidak bergejala sama sekali, namun, ada juga yang menunjukan gejala kolesterol tinggi. Jangan menunggu sampai gejala muncul baru, kita disarankan untuk memeriksakan kadar kolesterol dalam tubuh sedini mungkin untuk mencegah berbagai masalah kesehatan yang mungkin terjadi.
3. Cek asam urat
Cek asam urat bisa dilakukan dengan dua cara, yakni tes asam urat dalam darah dan tes asam urat dalam urine. Tes darah dilakukan dengan mengambil sampel darah agar bisa menunjukkan kandungan atau kadar asam urat seseorang berdasarkan analisis laboratorium. Sementara pemeriksaan urine dilakukan dengan cara mengambil sampel urine untuk tujuan yang sama. Pemeriksaan ini membantu kita untuk mengetahui bagaimana kinerja fungsi ginjal dalam membuang asam urat. Jika hasil pemeriksaan menunjukan bahwa ginjal tidak dapat membuang asam urat dari darah secara normal, risiko pembentukan batu ginjal menjadi lebih besar. Itulah sebabnya tes urine perlu dilakukan untuk mengetahui ada atau tidak batu ginjal akibat asam urat tinggi.
