Temukan dokter Anda di sini

NEWS

31 Aug 2026 RS Mitra Bangsa
The Rotary Foundation Gandeng RS Mitra Bangsa Gelar Pelatihan Skrining Mata Anak, Siapkan 200 Kacama

PATI – NOTOPROJO.ID

Komitmen meningkatkan kualitas kesehatan mata masyarakat terus diwujudkan melalui penyelenggaraan Basic Eye Screening Training (Pelatihan Dasar Skrining Mata) yang digelar Rotary Club satelite of kudus Pati bekerja sama dengan RS Mitra Bangsa Pati. Kegiatan yang merupakan bagian dari project Rotary Global Grant tersebut berlangsung di Aula Imam Suroso RS Mitra Bangsa Pati, Sabtu (1/8/2026).

Pelatihan ini diikuti oleh guru guru sekolah dasar wilayah kecamatan pati, tenaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya memperkuat kemampuan pemeriksaan dasar skrining mata anak sejak dini guna mencegah gangguan penglihatan yang dapat berdampak pada kualitas hidup dan kualitas belajar pada anak.

Baca Selengkapnya - https://www.notoprojo.id/2026/08/01/the-rotary-foundation-melalui-rotary-club-satelite-of-kudus-pati-gandeng-rs-mitra-bangsa-gelar-pelatihan-dasar-skrining-mata-anak-200-kacamata-gratis-disiapkan/

17 Jul 2026 RS Mitra Bangsa
RS Mitra Bangsa Dukung Program SPELING, Layani 150 Warga Desa Wuwur Bersama Dokter Spesialis

Nusantaranews.net, Pati – RS Mitra Bangsa berpartisipasi dalam kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Spesialis Keliling (SPELING) yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Puskesmas Gabus II dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati.

Bertempat di Desa Wuwur Kecamatan Gabus, sekitar 150 warga turut mengikuti serangkaian pemeriksaan kesehatan kali ini. Masyarakat sangat antusias dengan diselenggarakannya kegiatan ini untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis.

Dalam kegiatan tersebut, RS Mitra Bangsa menghadirkan tiga dokter spesialis, yaitu dr. Yuniarsih Zakia, Sp.OG., M.Kes, dr. Joko Kurniawan, M.Sc., Sp.A, serta dr. Rezky Faried H., Sp.PD., FINASIM. Kehadiran para dokter spesialis ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas, serta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut.

 

Baca selengkapnya RS Mitra Bangsa Dukung Program SPELING, Layani 150 Warga Desa Wuwur Bersama Dokter Spesialis

17 Jul 2026 RS Mitra Bangsa
RS Mitra Bangsa Dukung Program SPELING, Layani 150 Warga Desa Wuwur Bersama Dokter Spesialis

Klikwarta.com, Pati – RS Mitra Bangsa berpartisipasi dalam kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Spesialis Keliling (SPELING) yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Puskesmas Gabus II dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati.

Bertempat di Desa Wuwur Kecamatan Gabus, sekitar 150 warga turut mengikuti serangkaian pemeriksaan kesehatan kali ini. Masyarakat sangat antusias dengan diselenggarakannya kegiatan ini untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis.

Dalam kegiatan tersebut, RS Mitra Bangsa menghadirkan tiga dokter spesialis, yaitu dr. Yuniarsih Zakia, Sp.OG., M.Kes, dr. Joko Kurniawan, M.Sc., Sp.A, serta dr. Rezky Faried H., Sp.PD., FINASIM. Kehadiran para dokter spesialis ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas, serta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut.

 

Baca selengkapnya RS Mitra Bangsa Dukung Program SPELING, Layani 150 Warga Desa Wuwur Bersama Dokter Spesialis

INSTAGRAM

ARTIKEL

Sering Kesemutan? Kenali Gejala Neuropati Perifer

Pernahkah Anda merasa kesemutan pada tangan, kaki, atau jari? Kesemutan merupakan sensasi seperti geli, tertusuk-tusuk, atau mati rasa yang dalam istilah medis disebut parestesia. Kondisi ini cukup sering terjadi setelah duduk terlalu lama, menyilangkan kaki, atau tidur dalam posisi tertentu.

Kesemutan yang disebabkan oleh posisi tubuh biasanya bersifat sementara dan akan membaik setelah posisi diubah atau bagian tubuh digerakkan. Namun, jika kesemutan sering terjadi, berlangsung lama, atau muncul tanpa penyebab yang jelas, kondisi ini perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda gangguan saraf, termasuk neuropati perifer.

 

Apa itu Neuropati Perifer?

Neuropati perifer adalah gangguan atau kerusakan pada saraf perifer, yaitu saraf yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang dengan bagian tubuh lainnya. Saraf ini berperan dalam menghantarkan sinyal untuk sensasi sentuhan, nyeri, suhu, serta gerakan tubuh.

Neuropati perifer dapat memengaruhi saraf pada tangan, kaki, lengan, tungkai, maupun jari. Gejalanya dapat berbeda-beda tergantung penyebab dan tingkat keparahannya.

 

Apa Penyebabnya?

Neuropati perifer dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Salah satu penyebab yang sering berkaitan dengan gangguan saraf adalah diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf, terutama pada tangan dan kaki.

Selain diabetes, beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan neuropati perifer antara lain:

  • Kekurangan vitamin B, terutama B1, B6, dan B12.
  • Konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang.
  • Cedera atau trauma yang mengenai saraf.
  • Infeksi tertentu.
  • Paparan bahan kimia atau toksin tertentu.
  • Penyakit autoimun.
  • Gangguan metabolik, termasuk gangguan tiroid.
  • Kanker atau efek samping kemoterapi.
  • Faktor genetik atau keturunan.

Karena penyebabnya beragam, kesemutan yang berulang sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akibat kekurangan vitamin. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

 

Apa Gejalanya?

Gejala neuropati perifer dapat muncul secara perlahan maupun hilang dan timbul. Kesemutan dan kebas merupakan salah satu keluhan yang sering terjadi, terutama pada tangan dan kaki.

Selain kesemutan, beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Nyeri atau rasa terbakar, terutama pada kaki dan tangan.
  • Mati rasa atau berkurangnya sensasi, termasuk kesulitan merasakan panas, dingin, atau nyeri.
  • Sensitif terhadap sentuhan, sehingga sentuhan ringan dapat terasa menyakitkan.
  • Kelemahan otot, misalnya kesulitan mengangkat benda atau menggerakkan kaki.
  • Kram atau kedutan otot.
  • Gangguan keseimbangan dan koordinasi.
  • Kesulitan berjalan atau melakukan aktivitas tertentu.

Berkurangnya kemampuan merasakan nyeri atau suhu juga dapat meningkatkan risiko cedera tanpa disadari. Karena itu, keluhan yang menetap perlu mendapatkan perhatian ya sobat.

 

Bagaimana Membedakan Kesemutan Biasa dan Gangguan Saraf?

Kesemutan biasa umumnya terjadi setelah bagian tubuh berada dalam posisi tertentu dalam waktu lama, misalnya duduk bersila atau menyilangkan kaki. Setelah posisi tubuh diubah, keluhan biasanya berangsur menghilang.

Sementara itu, kesemutan yang berkaitan dengan gangguan saraf dapat muncul berulang tanpa penyebab yang jelas. Keluhan dapat hilang dan timbul serta dapat disertai rasa terbakar, kebas, nyeri, kram, kelemahan, atau gangguan keseimbangan.

 

Kapan Periksa ke Dokter?

Sebaiknya konsultasikan kepada dokter jika kesemutan:

  • Sering terjadi atau berlangsung lama.
  • Muncul tanpa penyebab yang jelas.
  • Disertai nyeri, rasa terbakar, atau mati rasa.
  • Disertai kelemahan otot.
  • Menyebabkan gangguan berjalan atau keseimbangan.
  • Muncul hanya pada satu sisi tubuh.

Kesemutan yang muncul tiba-tiba pada satu sisi tubuh, terutama jika disertai kelemahan atau gangguan fungsi tubuh lainnya, perlu segera mendapatkan pertolongan medis.

 

Bagaimana Penanganannya?

Penanganan neuropati perifer disesuaikan dengan penyebab dan kondisi pasien. Jika penyebabnya berkaitan dengan penyakit tertentu, penanganan penyakit tersebut menjadi bagian penting dari terapi. Pada neuropati yang berkaitan dengan diabetes, misalnya, pengendalian kadar gula darah perlu diperhatikan.

Dokter dapat memberikan obat sesuai kondisi untuk membantu mengurangi nyeri atau gejala neuropati. Fisioterapi juga dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi gerakan. Pada kondisi tertentu, pasien dapat membutuhkan terapi okupasi atau alat bantu untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Selain itu, menerapkan pola hidup sehat, menjaga berat badan, melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, serta menghindari konsumsi alkohol dan merokok dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.

 

Jangan menunggu hingga keluhan semakin berat. Jika Anda atau keluarga sering mengalami kesemutan, kebas, atau gejala yang mengarah pada neuropati perifer, segera periksa dan konsultasikan kesehatan Anda di RS Mitra Bangsa.

 

Untuk informasi seputar pelayanan kesehatan

dapat menghubungi kami nomor berikut:

Call Center      : (0295) 382555

Whatsapp        : 0811-2807-043 (Chat only)

                          0822-3292-0391 (Chat only)
Overthinking: Saat Pikiran Membuat Hal Sederhana Terasa Lebih Berat

Pernahkah Kamu memikirkan suatu masalah berulang kali, bahkan ketika masalah tersebut sebenarnya sudah selesai? Atau merasa khawatir terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi?

Kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan atau overthinking dapat membuat persoalan sederhana terasa jauh lebih berat. Pikiran terus mencari kemungkinan, menganalisis berbagai situasi, dan membuat skenario yang belum tentu terjadi. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat menguras energi mental dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berpikir dan mempertimbangkan sesuatu merupakan hal yang normal. Namun, ketika pikiran yang berulang sulit dikendalikan dan mulai memengaruhi ketenangan, konsentrasi, tidur, hubungan dengan orang lain, atau kualitas hidup, kondisi tersebut perlu diperhatikan.

 

Apa Itu Overthinking?

Overthinking bukan sekadar berpikir secara mendalam, tetapi merupakan pola berpikir yang berlebihan, berulang, dan sulit dihentikan, terutama mengenai masalah yang telah terjadi atau kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi.

Seseorang dapat terus mempertanyakan keputusan yang telah dibuat, memikirkan kembali percakapan dengan orang lain, atau membayangkan berbagai kemungkinan negatif mengenai masa depan.

Pola ini dapat membuat seseorang merasa harus menemukan kepastian sebelum merasa tenang. Padahal, tidak semua hal dalam kehidupan dapat dipastikan hasilnya.

 

Tanda-Tanda Overthinking

Beberapa tanda yang perlu dikenali antara lain:

  1. Pikiran Terus Mencari Kemungkinan Buruk

Ketika menghadapi suatu situasi, pikiran langsung berfokus pada kemungkinan negatif. Misalnya, ketika seseorang belum membalas pesan, muncul dugaan bahwa orang tersebut marah atau kita telah melakukan kesalahan. Padahal, bisa saja orang tersebut sedang bekerja, beristirahat, atau belum melihat pesan.

  1. Sudah Mendapatkan Jawaban, tetapi Masih Meragukannya

Setelah mendapatkan penjelasan atau mengambil keputusan, masih muncul pertanyaan seperti, “Apakah keputusan saya sudah benar?” atau “Bagaimana jika pilihan lain lebih baik?” Keraguan yang terus berulang dapat membuat seseorang sulit merasa yakin terhadap keputusannya.

  1. Sulit Menikmati Saat Ini

Terlalu banyak memikirkan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan dapat membuat seseorang sulit menikmati keadaan saat ini. Saat bersama keluarga atau beristirahat, pikiran justru sibuk memikirkan pekerjaan dan berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

  1. Membuat Banyak Skenario Sebelum Sesuatu Terjadi

Pertanyaan seperti “Bagaimana jika gagal?” atau “Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk?” dapat muncul berulang kali. Mempersiapkan diri memang penting, tetapi terlalu banyak membayangkan kemungkinan buruk justru dapat meningkatkan kekhawatiran dan menguras energi.

  1. Terlalu Banyak Menganalisis Perkataan Orang Lain

Percakapan yang telah berlalu dapat terus dipikirkan, termasuk setiap perkataan, ekspresi, atau nada bicara orang lain. Perlu diingat, tidak semua hal yang dipikirkan merupakan fakta. Sebagian dapat berupa asumsi atau interpretasi pribadi.

  1. Sulit Mengambil Keputusan

Terlalu banyak pertimbangan dapat membuat seseorang sulit menentukan pilihan. Keinginan mendapatkan keputusan yang sempurna dapat menyebabkan seseorang terus membandingkan berbagai kemungkinan dan takut mengambil risiko. Padahal, tidak semua keputusan dapat diprediksi hasilnya secara pasti.

 

Mengapa Overthinking Terasa Melelahkan?

Pikiran yang terus bekerja tanpa jeda dapat menyebabkan kelelahan mental. Kekhawatiran yang berulang juga dapat mengganggu konsentrasi dan membuat seseorang sulit mengalihkan perhatian dari masalah.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat berdampak pada tidur, pekerjaan, hubungan sosial, dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, penting mengenali ketika proses berpikir sudah berubah menjadi kekhawatiran yang berlebihan dan sulit dikendalikan.

 

Cara Mengatasi Overthinking

Mengatasi overthinking bukan berarti harus berhenti berpikir, tetapi belajar mengarahkan pikiran secara lebih realistis.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Bedakan fakta dan asumsi
    Tanyakan, “Apa yang benar-benar saya ketahui?” dan “Apakah ini fakta atau hanya kemungkinan?”
  2. Fokus pada hal yang dapat dikendalikan
    Alihkan perhatian pada tindakan yang dapat dilakukan saat ini daripada terus memikirkan hasil yang belum diketahui.
  3. Berikan jeda untuk pikiran
    Lakukan aktivitas yang membantu menenangkan diri, seperti berjalan kaki, berolahraga, melakukan hobi, beristirahat, atau latihan pernapasan.
  4. Belajar menerima ketidakpastian
    Tidak semua keraguan harus mendapatkan jawaban segera. Sebagian hal memang tidak dapat dipastikan.
  5. Berbicara dengan orang yang dipercaya
    Menceritakan kekhawatiran kepada orang yang dipercaya dapat membantu melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda.

 

Kapan Saat yang Tepat Untuk Berkonsultasi?

Overthinking perlu mendapatkan perhatian apabila berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Konsultasi dengan tenaga kesehatan atau profesional kesehatan mental dapat dipertimbangkan apabila mengalami kesulitan tidur, sulit berkonsentrasi, merasa sangat cemas atau tertekan, kesulitan menjalankan aktivitas, atau merasa tidak mampu mengendalikan pikiran.

Mencari bantuan profesional bukan berarti seseorang tidak mampu menghadapi masalah. Mendapatkan bantuan yang tepat merupakan salah satu langkah untuk menjaga kesehatan mental dan meningkatkan kualitas hidup.

 

Pesan untuk Kamu

Overthinking dapat membuat seseorang menghabiskan banyak energi untuk menghadapi sesuatu yang bahkan belum tentu terjadi.

Tidak semua kemungkinan perlu dipikirkan sampai selesai. Tidak semua pikiran merupakan fakta.

Ketika pikiran mulai berputar tanpa henti, cobalah berhenti sejenak dan tanyakan:

“Apakah ini benar-benar sedang terjadi, atau baru terjadi dalam pikiran saya?”

Kemudian, kembalikan perhatian pada hal yang dapat dilakukan saat ini.

Menjaga kesehatan mental merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan secara menyeluruh. Apabila Anda atau orang terdekat mengalami keluhan yang mengganggu aktivitas dan kualitas hidup, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

 

Untuk informasi seputar pelayanan kesehatan

dapat menghubungi kami nomor berikut:

Call Center      : (0295) 382555

Whatsapp        : 0811-2807-043 (Chat only)

                          0822-3292-0391 (Chat only)

Sakit Tenggorokan, Virus atau Bakteri? Kenali Bedanya dan Jangan Asal Minum Antibiotik

“Dok, tenggorokan saya sakit. Apakah perlu antibiotik?”

Pertanyaan ini cukup sering muncul ketika seseorang mengalami sakit tenggorokan. Namun, sakit tenggorokan tidak selalu berarti infeksi bakteri. Sebagian besar sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus dan dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Antibiotik hanya digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Karena itu, penggunaan antibiotik sebaiknya berdasarkan pemeriksaan dan anjuran dokter, bukan hanya karena tenggorokan terasa sakit atau terlihat merah.

 

Apa Penyebab Sakit Tenggorokan?

Sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, antara lain:

  • Infeksi virus
  • Infeksi bakteri
  • Asap rokok atau polusi
  • Alergi
  • Udara kering atau iritasi

Penyebab yang paling sering adalah infeksi virus, misalnya virus yang menyebabkan flu.

Gejala yang muncul, seperti:

  • Tenggorokan terasa sakit
  • Batuk
  • Pilek
  • Bersin
  • Suara serak
  • Demam
  • Badan terasa lemas

 

Virus atau Bakteri? Kenali Ciri-cirinya

Gejala saja tidak selalu dapat memastikan apakah penyebabnya virus atau bakteri. Namun, terdapat beberapa tanda yang dapat diketahui:

Lebih Mengarah ke Infeksi Virus

Sakit tenggorokan yang disebabkan virus lebih sering disertai gejala seperti:

  • Batuk
  • Pilek
  • Bersin
  • Suara serak
  • Mata berair atau merah

Jika keluhan muncul bersama gejala seperti batuk dan pilek, penyebab virus lebih mungkin dibandingkan infeksi bakteri tertentu.

Lebih Mencurigakan Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri dapat lebih diketahui jika terdapat:

  • Demam
  • Nyeri tenggorokan berat
  • Amandel membesar
  • Bercak putih pada amandel
  • Kelenjar leher terasa nyeri
  • Tidak disertai batuk

Namun, tenggorokan merah atau adanya bercak putih pada amandel tidak otomatis berarti infeksi bakteri. Beberapa infeksi virus juga dapat menimbulkan kondisi tersebut. Oleh karena itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebabnya sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat.

 

Mengapa Antibiotik Tidak Boleh Diminum Sembarangan?

Antibiotik digunakan untuk melawan bakteri, bukan virus.

Jika sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, antibiotik tidak akan membantu mempercepat penyembuhan. Mengonsumsi antibiotik tanpa indikasi justru dapat menimbulkan risiko.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan:

  • Mual
  • Diare
  • Sakit perut
  • Reaksi alergi
  • Bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik

Karena itu, jangan menggunakan:

  • Sisa antibiotik dari pengobatan sebelumnya
  • Antibiotik milik orang lain
  • Antibiotik tanpa resep dokter

Antibiotik bukan obat untuk semua jenis infeksi. Penggunaannya harus tepat jenis, dosis, dan lama pemberiannya.

 

Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah?

Jika sakit tenggorokan disebabkan oleh virus dan tidak terdapat tanda bahaya, keluhan umumnya dapat membaik dengan perawatan suportif.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan antara lain:

  1. Minum cukup air untuk membantu mencegah dehidrasi dan menjaga tenggorokan tetap lembap.
  2. Istirahat yang cukup agar tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan diri.
  3. Konsumsi makanan yang lembut dan mudah ditelan jika tenggorokan terasa sakit saat makan.
  4. Hindari asap rokok, termasuk paparan asap rokok dari orang lain.
  5. Konsumsi obat pereda nyeri atau penurun demam bila diperlukan, sesuai aturan pakai dan kondisi kesehatan masing-masing.

Tidak semua sakit tenggorokan membutuhkan antibiotik. Yang terpenting adalah mengetahui penyebabnya dan menangani keluhan sesuai kondisi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika sakit tenggorokan disertai:

  • Sakit tenggorokan semakin berat
  • Demam tinggi atau menetap
  • Sulit menelan
  • Sulit bernapas
  • Air liur terus keluar karena sulit menelan
  • Leher membengkak
  • Nyeri sangat berat, terutama pada satu sisi tenggorokan
  • Mulut sulit dibuka
  • Tubuh terasa sangat lemas
  • Keluhan tidak membaik atau justru semakin berat

 

Pada Anak, Waspadai Tanda Berikut

Anak perlu segera mendapatkan pemeriksaan apabila:

  • Sulit minum
  • Jarang buang air kecil
  • Sangat lemas atau tampak mengantuk tidak seperti biasanya
  • Mengalami kesulitan bernapas

Jika terdapat kesulitan bernapas atau kondisi darurat lainnya, segera cari pertolongan medis.

 

Apakah Sakit Tenggorokan Perlu Antibiotik?

Belum tentu.

Jika penyebabnya adalah virus, lakukan:

  • Beristirahat cukup
  • Minum air yang cukup
  • Mengurangi gejala sesuai anjuran

Jika dokter mencurigai infeksi bakteri, dokter akan menentukan apakah antibiotik diperlukan. Sakit tenggorokan tidak otomatis membutuhkan antibiotik.


Ingat!

Sebagian besar sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, bukan bakteri, sehingga tidak selalu membutuhkan antibiotik.

Tenggorokan merah atau bercak putih pada amandel juga tidak selalu berarti harus minum antibiotik. Jangan mengonsumsi antibiotik tanpa resep atau anjuran dokter karena penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping dan meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Gunakan antibiotik hanya jika memang diperlukan dan sesuai anjuran dokter, ya sobat.

 

 

Untuk informasi seputar pelayanan kesehatan

dapat menghubungi kami nomor berikut:

Call Center                              : (0295) 382555

Whatsapp

Informasi Layanan                  : 0822-3292-0291

Pendaftaran Rawat Jalan         : 0811-2807-043

Pendaftaran Rawat Inap          : 0811-2886-881

 

Sumber:

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Clinical Guidance for Group A Streptococcal Pharyngitis.

Shulman ST, et al. Clinical Practice Guideline for the Diagnosis and Management of Group A Streptococcal Pharyngitis. Clinical Infectious Diseases. 2012.

YOUTUBE

LAYANAN PENGADUAN

Customer Service

Informasi Lantai 1

WhatsApp

08112807043

Telepon

(0295) 382555

Email

rsmb@mitrabangsa.co.id

Sosial Media

Instagram | Facebook

RS Mitra Bangsa

Layanan & Informasi

Kenyamanan dan kesehatan Anda adalah prioritas kami. Jangan ragu untuk menghubungi layanan informasi kami yang siap membantu Anda kapan saja.

Alamat Kami

Jl. Kolonel Sugiyono No.75, Ngagul, Winong,
Kec. Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah 59113

Pusat Informasi

Customer Service Lantai 1
Siap melayani pertanyaan dan keluhan Anda.

Pendaftaran Rawat Jalan

0811-2807-043

Chat WhatsApp

Pendaftaran Rawat Inap

0811-2886-881

Chat WhatsApp

Telepon Rumah Sakit

(0295) 382555

Perusahaan Rekanan