Artikel RS Mitra Bangsa
Tips Menjaga Jantung agar Tetap Sehat
WHO menyebut, pada tahun 2021 kematian akibat penyakit jantung mencapai angka 17,8 juta kematian atau satu dari tiga kematian di dunia setiap tahun disebabkan oleh penyakit jantung. Melihat kondisi demikian, maka penting bagi sobat mitra untuk memeriksa dan menjaga kesehatan jantung sedini mungkin, sebab jantung adalah bagian penting karena memiliki fungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Penyakit jantung adalah suatu keadaan dimana jantung tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik, sehingga kerja jantung sebagai pemompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh terganggu. Terganggunya peredaran oksigen dan darah tersebut dapat disebabkan karena otot jantung yang melemah, adanya celah antara serambi kiri dan serambi kanan yang mengakibatkan darah bersih dan darah kotor tercampur.
Penyakit jantung biasanya terjadi karena kerusakan sel otot-otot jantung dalam memompa aliran darah keseluruh tubuh, yang disebabkan kekurangan oksigen yang dibawa darah ke pembuluh darah di jantung atau juga karena terjadi kejang pada otot jantung yang menyebabkan kegagalan organ jantung dalam memompa darah, sehingga menyebabkan kondisi jantung tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Penyakit jantung dapat terjadi pada siapa saja di segala usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan gaya hidup, selain itu penyakit jantung tidak bisa disembuhkan.. Beberapa jenis penyakit jantung, antara lain:
Penyakit jantung coroner
Penyakit jantung yang diakibatkan oleh penyempitan pembuluh darah di jantung.
Penyakit jantung bawaan
Suatu masalah jantung yang ditemukan sejak bayi, biasanya dalam kasus yang terjadi adalah ditemukannya kebocoran katup jantung.
Endokarditis atau Infeksi jantung
suatu infeksi pada lapisan dalam jantung.
Gagal jantung
Kegagalan otot jantung untuk memompa darah secara memadai ke seluruh tubuh.
Aritmia
Gangguan irama jantung yang menyebabkan denyut jantung tidak normal.
Untuk mencegah terjadinya penyakit jantung, sobat mitra perlu melakukan aktivitas penjagaan terhadap kesehatan jantung anda. Berikut tips agar terhindar dari masalah jantung
Sobat mitra perlu rutin mengonsumsi makanan tinggi serat, rendah gula, dan rendah lemak.
Jika Sobat Mitra adalah perokok, maka perlu untuk menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari paparan asap rokok.
Memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara berkala.
Segera periksakan ke dokter jika merasakan gejala seperti nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar-debar, serta sesak napas atau kulit kebiruan pada bayi terutama ketika menyusu
Melakukan latihan fisik, seperti joging, bersepeda, dan berenang, setidaknya 30 menit setiap hari.
Dengan rutin melakukan latihan fisik, artinya Sobat Mitra sudah melakukan Upaya untuk menjaga kesehatan jantung. RS Mitra Bangsa juga membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan jantung dengan program Senam Jantung Sehat bersama Klub Jantung RS Mitra Bangsa di hari Minggu pagi.
Ternyata Ini Penyebab Anak Tantrum
Tantrum adalah kondisi yang paling sering ditemui pada anak balita. Bahkan, tak jarang orang tua merasa kesulitan dalam mengatasi dan menghadapi kondisi anak yang mengalami tantrum, apalagi di depan umum. Tantrum adalah kondisi saat anak mengalami ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, berteriak, menjerit, atau marah. Tantrum adalah salah satu bentuk proses perkembangan anak yang normal karena ia sedang berusaha menunjukkan bahwa dirinya sedang kesal. Biasanya, tantrum terjadi pada anak berusia 1-3 tahun, bersamaan dengan bahasa anak yang mulai berkembang. Seorang balita yang belum bisa mengatakan apa yang ingin mereka katakan, rasakan, atau butuhkan merupakan penyebab Tantrum. Bunda tak perlu khawatir, sebab amukan anak cenderung berkurang seiring kemampuan bahasanya yang meningkat. Meski begitu, kondisi ini tentu membuat orang tua bingung saat anak sedang tantrum, apalagi saat terjadi di tempat umum. Itulah sebabnya orang tua perlu mengetahui apa yang menyebabkan anak mengalami tantrum, sehingga dapat mengetahui cara untuk menenangkan anak.
Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi penyebab tantrum:
Lingkungan
Saat si kecil tantrum di tempat umum, lihat apa penyebabnya. Biasanya lingkungan yang menyebabkan anak mengamuk adalah karena terlalu ramai, tempat terlalu sempit, dan terlalu sering disentuh orang lain
Ketakutan
Anak akan menangis atau menjerit bila mendapati sesuatu yang dia takutkan. Bila anak tantrum karena ketakutan, pikirkanlah bagaimana anak mengendalikan rasa takutnya.
Kesulitan
Tantrum atau emosi juga akan diperlihatkan balita saat dia merasa ada dalam situasi sulit, seperti mainan yang sedang direbut oleh temannya.
Kelaparan
Saat merasa lapar, si kecil akan kehilangan semangat karena kurangnya energi. Untuk itu si kecil akan marah atau menangis untuk melampiaskan apa yang dirasakan.
Apakah Hubunganmu dan Pasangan Sudah Cukup Sehat?
Hai Sobat Mitra. Pasangan hidup memiliki banyak makna penting dalam kehidupan. Itulah kenapa kita perlu mencari pasangan hidup yang membuat kita nyaman dan merasa aman. Beberapa hal yang dibutuhkan pasangan dalam sebuah hubungan adalah dukungan emosional, seperti peran mereka yang bisa menjadi tempat curhat dan sumber semangat. Dukungan emosional juga dapat berupa kehadiran dan keberadaan untuk memberikan rasa kebersamaan dan mengurangi kesepian. Hubungan sehat juga dapat dibentuk dari pasangan yang membantu kita belajar lebih banyak tentang diri sendiri, mengatasi kelemahan, dan mengembangkan diri menjadi lebih baik. Pasangan yang suportif dapat mengurangi risiko stres, depresi, dan masalah kesehatan lainnya. Hal tersebut harus dibangun karena sejatinya hubungan yang sehat adalah pasangan yang memiliki tujuan yang sama, serta menjalani proses bersama untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua hubungan pasangan hidup akan memenuhi semua poin ini. Hubungan yang sehat membutuhkan komunikasi, usaha, dan komitmen dari kedua belah pihak. Sayangnya, tidak semua pasangan yang menjalin hubungan ini berhasil untuk memenuhi kebutuhan emosional karena beberapa faktor seperti kurangnya komunikasi usaha, dan karakter yang tidak cocok satu sama lain atau toxic relationship. Hal ini harus dihindari, itulah sebabnya kita harus mengenal terlebih dahulu siapa yang akan menjadi pasangan kita. Berikut tanda bahwa kamu sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat:
Tidak bisa jadi diri sendiri. Seseorang yang tidak bisa menerima pasangan apa adanya dan menuntut untuk menjadi sesuai keinginannya
Sering merasa dihakimi oleh pasangan. Sering disalahkan dalam setiap masalah yang terjadi
Tidak merasa aman secara emosional, sering merasa cemas dan gelisah terhadap hubungan
Mulai merasa jauh dari keluarga dan teman, terlalu ingin diutamakan sehingga menjauhkan diri dari lingkungannya
Kehilangan rasa percaya, sering cemburu secara berlebihan atau posesif akan membuat kalian terjebak dalam hubungan yang tidak sehat dan rentan berakhir.
Hubungan yang tidak sehat bisa sangat memengaruhi kesejahteraan fisik, emosional, dan mental, untuk itu segera mencari solusi untuk kamu dan pasangan melalui beberapa hal seperti melakukan komunikasi terbuka, luangkan waktu bersama untuk memperkuat ikatan, dan mempertimbangkan untuk melakukan konseling jika dibutuhkan.
Manfaat Menonton Konser Bagi Kesehatan
Hai Sobat Mitra. Kamu suka nonton konser? Ternyata selain menyenangkan, aktivitas ini memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan kamu loh…
Konser adalah sebuah pertunjukan musik yang ditampilkan di hadapan khalayak ramai. Konser sendiri biasanya diadakan di berbagai tempat, seperti stadion, lapangan outdoor dan indoor, gedung serbaguna, dan lainnya. Saat menonton konser, kamu akan bertemu dengan banyak orang, kamu akan mengenakan outfit yang membuat kamu lebih percaya diri, dan tentunya kamu akan merasa bersemangat saat akan melihat penampilan artis favoritmu, atau siap bernyanyi bersama dengan lagu yang mereka bawakan. Yuk kenali apa saja manfaat menonton konser bagi tubuh.
Membantu membakar kalori dalam tubuh
Menurunkan tingkat stress
Meredakan rasa nyeri dari endorphin
Meringankan gejala penyakit Alzheimer
Membuat tubuh menjadi lebih berenergi
Tak hanya dari segi kesehatan, ternyata menonton konser juga memiliki manfaat dari segi emosional dan sosial, seperti pengalaman emosional dari euforia hingga nostalgia, koneksi sosial, pengalaman budaya, serta dapat menjadi memori berharga. Namun Sobat Mitra juga harus berhati-hati, sebab saat dalam kerumunan, risiko penyebaran penyakit akan meningkat, jadi Sobat Mitra harus memperhatikan kondisi fisik saat akan menghadiri konser, dan menjaga kebersihan diri saat sampai di rumah sebelum kontak fisik dengan orang lain. Berdiri dalam waktu yang lama untuk menikmati konser juga meningkatkan risiko kelelahan, itulah sebabnya saat menonton konser disarankan Sobat Mitra harus cukup asupan makan dan air agar terhindar dari dehidrasi.
Mengenal Apa Itu Penyakit Anjing Gila?
Hai Sobat Mitra. Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rabies yang menyerang otak dan sistem saraf manusia. Penyakit ini umumnya ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kelelawar, atau kucing yang terinfeksi virus rabies. Gejala awal rabies biasanya ditandai dengan demam, sakit kepala, yang kemudian berkembang menjadi gejala neurologis yang lebih serius. Setelah gejala muncul, rabies hampir selalu berakibat fatal, sehingga penting untuk segera mendapatkan perawatan medis setelah terpapar virus. Tak hanya melalui gigitan, rabies bisa ditularkan melalui jilatan, atau cakaran pada luka terbuka. Di Indonesia, penyakit ini biasa dikenal dengan sebutan penyakit anjing gila. Hal ini karena hewan yang paling sering menyebabkan rabies adalah anjing.
Gejala yang ditimbulkan oleh virus rabies bervariasi, tergantung waktu antara masuknya virus ke dalam tubuh. Masa inkubasi penyakit ini pada hewan berkisar 3-8 minggu. Sementara pada manusia memiliki masa inkubasi lebih cepat, yaitu 2-8 minggu pada umumnya, namun terkadang bisa lebih cepat yaitu 10 hari atau hampir 2 tahun. Setelah virus masuk ke dalam tubuh manusia, selama sekitar 2 minggu virus akan tetap tinggal di dekat tempat gigitan. Faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap penyaki ini, adalah bersentuhan dengan hewan liar yang terinfeksi, terlebih jika memiliki luka terbuka pada kulit.
Berikut beberapa gejala rabies yang umumnya muncul 3 hingga 12 minggu setelah kontak langsung dengan hewan terinfeksi.
Suhu tubuh meningkat
Sakit kepala.
Rasa tidak nyaman di bekas gigitan seperti terbakar
Gejala tersebut dapat berkembang seiring berjalannya waktu, seperti:
Kebingungan atau perilaku agresif.
Halusinasi
Mulut memproduksi air liur berlebih
Kejang otot
Kesulitan menelan dan bernapas
Kelumpuhan
Hingga saat ini belum ada pemeriksaan yang dapat mendiagnosis infeksi virus rabies. Penyakit ini umumnya baru bisa terdeteksi setelah pengidap mengalami gejala.. Jika gejala tersebut dialami oleh Sobat Mitra, silahkan untuk berkonsultasi dengan dokter dan segera lakukan vaksinasi.
