Artikel RS Mitra Bangsa

Cari Artikel
16 Mar 2026 rs mitra bangsa  |  274
Child Grooming. Perhatian Berlebihan Bisa Jadi Ancaman
Child grooming adalah proses manipulasi psikologis yang dilakukan oleh Groomer (predator seksual) untuk membangun hubungan, kepercayaan, dan ikatan emosional kepada anak dengan tujuan melakukan pelecehan atau eksploitasi seksual. Child grooming dilakukan dengan tindakan terencana yang dirancang untuk menurunkan pertahanan korban, agar pelaku dapat menciptakan kesempatan untuk melakukan kejahatan tanpa disadari.   Cara Mencegah Child Grooming Ajarkan anak tentang batasan pribadi, termasuk sentuhan yang aman dan tidak aman, Ciptakan lingkungan keluarga yang hangat dan akrab, agar anak merasa nyaman untuk berbicara dan terbuka dengan orang tua tentang apa pun yang terjadi dalam hidup mereka. Awasi penggunaan internet dan media sosial tanpa mengganggu privasi mereka secara berlebihan. Ketahui dengan siapa mereka berkomunikasi di media sosial. Bangun kepercayaan diri anak sehingga mereka tidak mudah dimanipulasi oleh orang lain. Kenali lingkungan anak, seperti teman-teman, dan orang dewasa lain yang berinteraksi dengan anak. Jika anak tidak mau bicara dan menunjukkan sikap-sikap yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan psikolog untuk mendapatkan penanganan lebih dini
14 Mar 2026 RS Mitra Bangsa  |  178
Puncak HUT Ke-23, RS Mitra Bangsa Pati Salurkan Santunan Anak Yatim
Pati – Rabu, 11 Maret 2026. Hari ulang tahun ke-23 RS Mitra Bangsa Pati yang jatuh pada tanggal 11 Maret, dirayakan bersama anak-anak yatim. Anak-anak yang hadir berjumlah 23 orang, sesuai dengan usia RS Mitra Bangsa Pati yaitu 23 tahun.  Santunan berupa peralatan salat dan uang tunai ini diberikan langsung oleh Pemilik RS Mitra Bangsa Pati, Direktur, serta jajaran manajemen sebagai bentuk kepedulian. Tak hanya itu, RS Mitra Bangsa Pati juga turut berbagi kebahagiaan bersama anak yatim dengan berbagai rangkaian acara yang digelar sebagai puncak hari ulang tahun. “Ulang tahun RS Mitra Bangsa Pati pada tahun ini mengangkat tema Revolution, yang mempunyai makna ber-revolusi sekaligus berinovasi dengan teknologi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi keselamatan pasien serta dengan tulus melayani” terang Direktur RS Mitra Bangsa Pati dalam sambutannya. Tak hanya Direktur, pemilik RS Mitra Bangsa Pati, Dra. Hj. Suhartini juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh civitas hospitalia RS Mitra Bangsa Pati, karena berkembangnya RS Mitra Bangsa Pati juga atas dukungan dan kerja keras seluruh keluarga besar RS Mitra Bangsa Pati “Terimakasih atas dedikasi bapak/ibu semua dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Mari kita lanjutkan perjalanan ini bersama, dengan semangat yang sama dan tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat”.   Selain itu, acara ini juga diisi tausyiah oleh Syaikh Ahmad Muhammad As Sayid Ja’far yang merupakan delegasi dari Al-Azhar Kairo Mesir, beserta penerjemahnya H. Musthofa, Lc. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan Nasida Ria dari Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan Trangkil Pati. Pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun berbentuk angka 23 juga dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas bertambahnya usia RS Mitra Bangsa Pati, serta sebagai wujud rasa terimakasih kepada seluruh civitas hospitalia yang setia membesarkan RS Mitra Bangsa Pati hingga berusia 23 tahun. Dengan adanya acara ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar karyawan RS Mitra Bangsa Pati dan berdampak baik untuk anak-anak yatim yang hadir, serta memberikan ilmu yang bermanfaat untuk seluruh tamu yang mengikuti tausyiah.   Untuk informasi lebih lanjut seputar acara ini, dapat melalui Whatsapp 08112807043 dan Instagram @rsmitrabangsa
14 Mar 2026 RS Mitra Bangsa  |  92
HUT Ke-23 RS Mitra Bangsa Bertepatan dengan Bulan Ramadan, Salurkan Zakat Fitrah untuk Warga
Pati - 12 Maret 2026. Sebagai rangkaian HUT ke-23 RS Mitra Bangsa Pati yang bertepatan dengan Bulan Ramadhan, RS Mitra Bangsa Pati menjalankan kewajiban dengan menyalurkan Zakat Fitrah dan Zakat Mal kepada masyarakat sekitar. Direktur RS Mitra Bangsa Pati, drg. Hendrianto Trisnowibowo, MARS menerangkan bahwa zakat disalurkan kepada warga yang membutuhkan, sesuai dengan syariat islam. “Zakat yang diberikan sebanyak 538 beras, dan 693 amplop ini dibagikan untuk warga yang membutuhkan, terutama warga sekitar RS Mitra Bangsa Pati. Zakat yang dibagikan pada tahun ini alhamdulillah lebih banyak dari tahun sebelumnya, dan semoga dapat diberikan secara merata.” terang Direktur RS Mitra Bangsa Pati. ”Selain zakat yang dilakukan hari ini, kemarin RS Mitra Bangsa Pati juga menggelar tasyakuran dengan khataman quran, dan tausyiah sebagai puncak ulang tahun RS Mitra Bangsa Pati, yang juga bertepatan dengan bulan ramadan” tambahnya. Selain beras, zakat yang diberikan juga berupa 693 amplop berisi uang tunai.   Zakat Fitrah, Mal, dan Sodaqoh ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Pemilik RS Mitra Bangsa Pati, Direktur dan seluruh jajaran manajemen. Pemilik RS Mitra Bangsa Pati, Dra. Hj. Suhartini menekankan bahwa pelaksanaan zakat adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan setiap tahun, terutama dari RS Mitra Bangsa Pati. “Pelaksanaan zakat wajib dilakukan tiap tahun, dan alhamdulillah memang rutin dilakukan tiap tahun oleh RS Mitra Bangsa Pati dengan kesadaran civitas hospitalia RS Mitra Bangsa Pati. Karena harta yang kita terima ada hak orang lain yang harus kita keluarkan. Tidak hanya zakat yang dilakukan hari ini, kemarin juga RS Mitra Bangsa Pati memberikan bantuan untuk anak-anak yatim, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-23 RS Mitra Bangsa Pati.” Jelasnya. Dra. Hj. Suhartini juga menyampaikan harapannya untuk warga penerima zakat dan seluruh civitas hospitalia RS Mitra Bangsa Pati. “Semoga zakat yang kita salurkan berkah bagi para penerima, dan warga penerima juga diberikan kesehatan serta rezeki. Semoga juga seluruh civitas Hospitalia RS Mitra Bangsa Pati juga diberikan kesehatan dan selalu bahagia” imbuhnya.   Warga terlihat antusias datang ke halaman RS Mitra Bangsa Pati untuk memberikan kupon dan menerima hak zakat yang disalurkan. Salah satu penerima zakat , Syaifuldahroni menyampaikan rasa syukurnya atas zakat yang diterima di bulan Ramadan ini dari RS Mitra Bangsa Pati. “kami mengucapkan terimakasih atas bantuannya, dan kami juga senang karena bantuan ini sangat membantu. Semoga RS Mitra Bangsa Pati semakin jaya dan terus berkembang dalam melayani seluruh masyarakat di Kabupaten Pati”.  Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat untuk RS Mitra Bangsa Pati dan untuk warga sekitar. Sebelumnya, RS Mitra Bangsa Pati juga membagikan  hampers lebaran untuk warga sekitar sebagai kebahagiaan di bulan Ramadan.    Untuk informasi lebih lanjut seputar acara Ini, dapat melalui Whatsapp 08112807043, dan Instagram @rsmitrabangsa
19 Jan 2026 RS Mitra Bangsa  |  121
30 Tahun Mengawal Mutu Layanan Kesehatan
LAHIR di Surabaya pada 23 April 1965, Hendrianto menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga pada 1989. Ia kemudian melanjutkan studi magister di bidang Administrasi Rumah Sakit di Universitas Indonesia, Jakarta. Sejak itu, ia aktif mengabdikan diri dalam bidang kebijakan, riset, serta pengelolaan institusi kesehatan. Hendrianto dikenal luas sebagai konsultan profesional berpengalaman dalam studi kelayakan pembangunan rumah sakit, analisis biaya pelayanan kesehatan, serta pengembangan manajemen mutu rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia. Sepanjang kariernya, ia terlibat dalam lebih dari 50 proyek pengembangan rumah sakit, antara lain di Bekasi, Pati, Banda Aceh, Pekanbaru, Kalimantan Timur, Maluku, hingga Papua. Selain aktif di lapangan, Hendrianto juga menjadi dosen tamu pada Program Magister Kesehatan Masyarakat dan Program Pascasarjana Administrasi Rumah Sakit Universitas Indonesia sejak 1996. Ia kerap membimbing mahasiswa dalam mata kuliah Riset Operasional, Analisis Sistem, Biostatistik Dasar, serta Kebijakan Kesehatan. Dalam bidang riset, Hendrianto turut berperan dalam berbagai penelitian strategis Kementerian Kesehatan, di antaranya Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), dan riset pembiayaan kesehatan di puluhan rumah sakit di seluruh Indonesia. Ia juga berpengalaman sebagai koordinator dan peneliti utama dalam sejumlah proyek riset nasional sejak 1997.   Jejak internasionalnya pun cukup kuat. Hendrianto telah mengikuti dan memfasilitasi berbagai pelatihan yang diselenggarakan World Health Organization (WHO) di beberapa negara, seperti India, Swiss, Thailand, Afrika Selatan, dan Meksiko. Fokus pelatihannya meliputi sistem kesehatan, beban penyakit, serta performa layanan rumah sakit. Dedikasinya terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan juga diwujudkan melalui perannya sebagai anggota Dewan Pengawas RS Mitra Bangsa Pati serta keterlibatannya dalam sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam peningkatan manajemen institusi kesehatan.Dengan latar belakang akademik yang kuat dan pengalaman kerja yang luas, Hendrianto Trisnowibowo menjadi salah satu tokoh penting di balik pengembangan sistem manajemen rumah sakit modern di Indonesia, sosok akademisi dan praktisi yang menjembatani riset, kebijakan, dan implementasi di lapangan.Sumber : 30 Tahun Mengawal Mutu Layanan Kesehatan
19 Jan 2026 RS Mitra Bangsa  |  325
Super Flu, Virus Influenza yang Lebih Agresif
Super Flu adalah sebutan untuk penyakit yang disebabkan oleh virus influenza, namun varian virus ini jauh lebih agresif dibandingkan virus flu biasa. Super Flu juga istilah popular dari influenza A H3N2 subclade K, dengan kemampuannya menyebar sangat cepat di tengah populasi. Tak seperti penyakit flu biasanya, Super Flu memiliki gejala yang lebih berat. Beberapa gejala yang mungkin terjadi, antara lain:   Demam yang sangat tinggi, lebih dari flu biasa. Bisa mencapai antara 39-41 derajat Celsius. Nyeri otot hebat hingga membuat tubuh terasa lemas ekstrem, lesu dan kurang energi (lethargy). Sakit kepala berat yang lebih sering dibandingkan pusing biasa. Rasa sakit tenggorokan yang hebat disertai batuk kering yang tak kunjung reda.   Di musim hujan, bebrapa pernyakit seperti flu perlu diwaspadai, terutama agar tidak mengalami Super Flu. Guna melindungi diri dan keluarga, pencegahan terhadap virus ini harus dilakukan mulai dari hal sederhana, seperti istirahat cukup, berolahraga ringan dan teratur untuk menjaga daya tahan tubuh, mencuci tangan sebelum makan atau setelah menyentuh benda-benda yang mungkin terkena virus dan bakteri, menggunakan masker saat berada di tengah keramaian atau di sekitar orang yang sedang sakit, menerapkan etika batuk dan bersin agar tidak menularkan virus kepada orang lain. Pencegahan juga bisa dilakukan dengan melakukan vaksinasi sebagai tambahan perlindungan. Namun jika flu semakin parah, konsultasikan pada dokter untuk penanganan lebih lanjut.
09 Dec 2025 RS Mitra Bangsa  |  884
Menguap Tidak Selalu Karena Mengantuk. Ini Alasannya
Menguap biasanya dikaitkan dengan rasa mengantuk dan lelah. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak hanya disebabkan oleh kedua hal tersebut. Ada banyak hal yang menjadi alasan seseorang bisa menguap, termasuk penyakit atau kondisi yang perlu diwaspadai! 1. Rangsangan visual dan suara Ada yang mengatakan bahwa menguap itu menular. Ternyata mendengar suara menguap atau melihat orang lain menguap dapat memicu respons yang sama. Fenomena sering dianggap bahwa menguap itu menular, namun ternyata fenomena ini adalah mekanisme sosial yang terkait dengan kewaspadaan kelompok. 2. Bosan Menguap juga dapat menjadi mekanisme untuk mengatasi kebosanan dan merangsang kewaspadaan ketika seseorang merasa bosan atau kurang tertantang secara mental.3. Regulasi suhu tubuh Menguap dapat membantu mendinginkan otak dan tubuh secara keseluruhan, terutama ketika seseorang berada dalam lingkungan yang hangat atau mengalami demam. 4. Kurang aktivitas fisik Kurang beraktivitas dapat menurunkan energi seseorang. Hal ini membuat mereka sering mengalami kelelahan sehingga menguap. Olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan kebugaran fisik, mengurangi kelelahan, sehingga frekuensi kebiasaan menguap bisa menurun. 5. Kondisi kesehatan Kondisi kesehatan yang terganggu seperti hipotiroidisme dan diabetes bisa memicu kelelahan yang pada gilirannya memicu respons menguap. Selain itu, gaungguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, atau depresi juga termasuk kedalam faktor pemicunya.Jika intensitas kebiasaan menguap semakin bertambah, segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.