rsmb news | 28 August 2026
   79

Sakit Tenggorokan, Virus atau Bakteri? Kenali Bedanya dan Jangan Asal Minum Antibiotik

“Dok, tenggorokan saya sakit. Apakah perlu antibiotik?”

Pertanyaan ini cukup sering muncul ketika seseorang mengalami sakit tenggorokan. Namun, sakit tenggorokan tidak selalu berarti infeksi bakteri. Sebagian besar sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus dan dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Antibiotik hanya digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Karena itu, penggunaan antibiotik sebaiknya berdasarkan pemeriksaan dan anjuran dokter, bukan hanya karena tenggorokan terasa sakit atau terlihat merah.

 

Apa Penyebab Sakit Tenggorokan?

Sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, antara lain:

  • Infeksi virus
  • Infeksi bakteri
  • Asap rokok atau polusi
  • Alergi
  • Udara kering atau iritasi

Penyebab yang paling sering adalah infeksi virus, misalnya virus yang menyebabkan flu.

Gejala yang muncul, seperti:

  • Tenggorokan terasa sakit
  • Batuk
  • Pilek
  • Bersin
  • Suara serak
  • Demam
  • Badan terasa lemas

 

Virus atau Bakteri? Kenali Ciri-cirinya

Gejala saja tidak selalu dapat memastikan apakah penyebabnya virus atau bakteri. Namun, terdapat beberapa tanda yang dapat diketahui:

Lebih Mengarah ke Infeksi Virus

Sakit tenggorokan yang disebabkan virus lebih sering disertai gejala seperti:

  • Batuk
  • Pilek
  • Bersin
  • Suara serak
  • Mata berair atau merah

Jika keluhan muncul bersama gejala seperti batuk dan pilek, penyebab virus lebih mungkin dibandingkan infeksi bakteri tertentu.

Lebih Mencurigakan Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri dapat lebih diketahui jika terdapat:

  • Demam
  • Nyeri tenggorokan berat
  • Amandel membesar
  • Bercak putih pada amandel
  • Kelenjar leher terasa nyeri
  • Tidak disertai batuk

Namun, tenggorokan merah atau adanya bercak putih pada amandel tidak otomatis berarti infeksi bakteri. Beberapa infeksi virus juga dapat menimbulkan kondisi tersebut. Oleh karena itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebabnya sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat.

 

Mengapa Antibiotik Tidak Boleh Diminum Sembarangan?

Antibiotik digunakan untuk melawan bakteri, bukan virus.

Jika sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, antibiotik tidak akan membantu mempercepat penyembuhan. Mengonsumsi antibiotik tanpa indikasi justru dapat menimbulkan risiko.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan:

  • Mual
  • Diare
  • Sakit perut
  • Reaksi alergi
  • Bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik

Karena itu, jangan menggunakan:

  • Sisa antibiotik dari pengobatan sebelumnya
  • Antibiotik milik orang lain
  • Antibiotik tanpa resep dokter

Antibiotik bukan obat untuk semua jenis infeksi. Penggunaannya harus tepat jenis, dosis, dan lama pemberiannya.

 

Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah?

Jika sakit tenggorokan disebabkan oleh virus dan tidak terdapat tanda bahaya, keluhan umumnya dapat membaik dengan perawatan suportif.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan antara lain:

  1. Minum cukup air untuk membantu mencegah dehidrasi dan menjaga tenggorokan tetap lembap.
  2. Istirahat yang cukup agar tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan diri.
  3. Konsumsi makanan yang lembut dan mudah ditelan jika tenggorokan terasa sakit saat makan.
  4. Hindari asap rokok, termasuk paparan asap rokok dari orang lain.
  5. Konsumsi obat pereda nyeri atau penurun demam bila diperlukan, sesuai aturan pakai dan kondisi kesehatan masing-masing.

Tidak semua sakit tenggorokan membutuhkan antibiotik. Yang terpenting adalah mengetahui penyebabnya dan menangani keluhan sesuai kondisi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika sakit tenggorokan disertai:

  • Sakit tenggorokan semakin berat
  • Demam tinggi atau menetap
  • Sulit menelan
  • Sulit bernapas
  • Air liur terus keluar karena sulit menelan
  • Leher membengkak
  • Nyeri sangat berat, terutama pada satu sisi tenggorokan
  • Mulut sulit dibuka
  • Tubuh terasa sangat lemas
  • Keluhan tidak membaik atau justru semakin berat

 

Pada Anak, Waspadai Tanda Berikut

Anak perlu segera mendapatkan pemeriksaan apabila:

  • Sulit minum
  • Jarang buang air kecil
  • Sangat lemas atau tampak mengantuk tidak seperti biasanya
  • Mengalami kesulitan bernapas

Jika terdapat kesulitan bernapas atau kondisi darurat lainnya, segera cari pertolongan medis.

 

Apakah Sakit Tenggorokan Perlu Antibiotik?

Belum tentu.

Jika penyebabnya adalah virus, lakukan:

  • Beristirahat cukup
  • Minum air yang cukup
  • Mengurangi gejala sesuai anjuran

Jika dokter mencurigai infeksi bakteri, dokter akan menentukan apakah antibiotik diperlukan. Sakit tenggorokan tidak otomatis membutuhkan antibiotik.


Ingat!

Sebagian besar sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, bukan bakteri, sehingga tidak selalu membutuhkan antibiotik.

Tenggorokan merah atau bercak putih pada amandel juga tidak selalu berarti harus minum antibiotik. Jangan mengonsumsi antibiotik tanpa resep atau anjuran dokter karena penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping dan meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Gunakan antibiotik hanya jika memang diperlukan dan sesuai anjuran dokter, ya sobat.

 

 

Untuk informasi seputar pelayanan kesehatan

dapat menghubungi kami nomor berikut:

Call Center                              : (0295) 382555

Whatsapp

Informasi Layanan                  : 0822-3292-0291

Pendaftaran Rawat Jalan         : 0811-2807-043

Pendaftaran Rawat Inap          : 0811-2886-881

 

Sumber:

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Clinical Guidance for Group A Streptococcal Pharyngitis.

Shulman ST, et al. Clinical Practice Guideline for the Diagnosis and Management of Group A Streptococcal Pharyngitis. Clinical Infectious Diseases. 2012.