rsmb news | 15 September 2026
RS Mitra Bangsa    115

Overthinking: Saat Pikiran Membuat Hal Sederhana Terasa Lebih Berat

Pernahkah Kamu memikirkan suatu masalah berulang kali, bahkan ketika masalah tersebut sebenarnya sudah selesai? Atau merasa khawatir terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi?

Kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan atau overthinking dapat membuat persoalan sederhana terasa jauh lebih berat. Pikiran terus mencari kemungkinan, menganalisis berbagai situasi, dan membuat skenario yang belum tentu terjadi. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat menguras energi mental dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berpikir dan mempertimbangkan sesuatu merupakan hal yang normal. Namun, ketika pikiran yang berulang sulit dikendalikan dan mulai memengaruhi ketenangan, konsentrasi, tidur, hubungan dengan orang lain, atau kualitas hidup, kondisi tersebut perlu diperhatikan.

 

Apa Itu Overthinking?

Overthinking bukan sekadar berpikir secara mendalam, tetapi merupakan pola berpikir yang berlebihan, berulang, dan sulit dihentikan, terutama mengenai masalah yang telah terjadi atau kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi.

Seseorang dapat terus mempertanyakan keputusan yang telah dibuat, memikirkan kembali percakapan dengan orang lain, atau membayangkan berbagai kemungkinan negatif mengenai masa depan.

Pola ini dapat membuat seseorang merasa harus menemukan kepastian sebelum merasa tenang. Padahal, tidak semua hal dalam kehidupan dapat dipastikan hasilnya.

 

Tanda-Tanda Overthinking

Beberapa tanda yang perlu dikenali antara lain:

  1. Pikiran Terus Mencari Kemungkinan Buruk

Ketika menghadapi suatu situasi, pikiran langsung berfokus pada kemungkinan negatif. Misalnya, ketika seseorang belum membalas pesan, muncul dugaan bahwa orang tersebut marah atau kita telah melakukan kesalahan. Padahal, bisa saja orang tersebut sedang bekerja, beristirahat, atau belum melihat pesan.

  1. Sudah Mendapatkan Jawaban, tetapi Masih Meragukannya

Setelah mendapatkan penjelasan atau mengambil keputusan, masih muncul pertanyaan seperti, “Apakah keputusan saya sudah benar?” atau “Bagaimana jika pilihan lain lebih baik?” Keraguan yang terus berulang dapat membuat seseorang sulit merasa yakin terhadap keputusannya.

  1. Sulit Menikmati Saat Ini

Terlalu banyak memikirkan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan dapat membuat seseorang sulit menikmati keadaan saat ini. Saat bersama keluarga atau beristirahat, pikiran justru sibuk memikirkan pekerjaan dan berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

  1. Membuat Banyak Skenario Sebelum Sesuatu Terjadi

Pertanyaan seperti “Bagaimana jika gagal?” atau “Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk?” dapat muncul berulang kali. Mempersiapkan diri memang penting, tetapi terlalu banyak membayangkan kemungkinan buruk justru dapat meningkatkan kekhawatiran dan menguras energi.

  1. Terlalu Banyak Menganalisis Perkataan Orang Lain

Percakapan yang telah berlalu dapat terus dipikirkan, termasuk setiap perkataan, ekspresi, atau nada bicara orang lain. Perlu diingat, tidak semua hal yang dipikirkan merupakan fakta. Sebagian dapat berupa asumsi atau interpretasi pribadi.

  1. Sulit Mengambil Keputusan

Terlalu banyak pertimbangan dapat membuat seseorang sulit menentukan pilihan. Keinginan mendapatkan keputusan yang sempurna dapat menyebabkan seseorang terus membandingkan berbagai kemungkinan dan takut mengambil risiko. Padahal, tidak semua keputusan dapat diprediksi hasilnya secara pasti.

 

Mengapa Overthinking Terasa Melelahkan?

Pikiran yang terus bekerja tanpa jeda dapat menyebabkan kelelahan mental. Kekhawatiran yang berulang juga dapat mengganggu konsentrasi dan membuat seseorang sulit mengalihkan perhatian dari masalah.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat berdampak pada tidur, pekerjaan, hubungan sosial, dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, penting mengenali ketika proses berpikir sudah berubah menjadi kekhawatiran yang berlebihan dan sulit dikendalikan.

 

Cara Mengatasi Overthinking

Mengatasi overthinking bukan berarti harus berhenti berpikir, tetapi belajar mengarahkan pikiran secara lebih realistis.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Bedakan fakta dan asumsi
    Tanyakan, “Apa yang benar-benar saya ketahui?” dan “Apakah ini fakta atau hanya kemungkinan?”
  2. Fokus pada hal yang dapat dikendalikan
    Alihkan perhatian pada tindakan yang dapat dilakukan saat ini daripada terus memikirkan hasil yang belum diketahui.
  3. Berikan jeda untuk pikiran
    Lakukan aktivitas yang membantu menenangkan diri, seperti berjalan kaki, berolahraga, melakukan hobi, beristirahat, atau latihan pernapasan.
  4. Belajar menerima ketidakpastian
    Tidak semua keraguan harus mendapatkan jawaban segera. Sebagian hal memang tidak dapat dipastikan.
  5. Berbicara dengan orang yang dipercaya
    Menceritakan kekhawatiran kepada orang yang dipercaya dapat membantu melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda.

 

Kapan Saat yang Tepat Untuk Berkonsultasi?

Overthinking perlu mendapatkan perhatian apabila berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Konsultasi dengan tenaga kesehatan atau profesional kesehatan mental dapat dipertimbangkan apabila mengalami kesulitan tidur, sulit berkonsentrasi, merasa sangat cemas atau tertekan, kesulitan menjalankan aktivitas, atau merasa tidak mampu mengendalikan pikiran.

Mencari bantuan profesional bukan berarti seseorang tidak mampu menghadapi masalah. Mendapatkan bantuan yang tepat merupakan salah satu langkah untuk menjaga kesehatan mental dan meningkatkan kualitas hidup.

 

Pesan untuk Kamu

Overthinking dapat membuat seseorang menghabiskan banyak energi untuk menghadapi sesuatu yang bahkan belum tentu terjadi.

Tidak semua kemungkinan perlu dipikirkan sampai selesai. Tidak semua pikiran merupakan fakta.

Ketika pikiran mulai berputar tanpa henti, cobalah berhenti sejenak dan tanyakan:

“Apakah ini benar-benar sedang terjadi, atau baru terjadi dalam pikiran saya?”

Kemudian, kembalikan perhatian pada hal yang dapat dilakukan saat ini.

Menjaga kesehatan mental merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan secara menyeluruh. Apabila Anda atau orang terdekat mengalami keluhan yang mengganggu aktivitas dan kualitas hidup, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

 

Untuk informasi seputar pelayanan kesehatan

dapat menghubungi kami nomor berikut:

Call Center      : (0295) 382555

Whatsapp        : 0811-2807-043 (Chat only)

                          0822-3292-0391 (Chat only)