Sederet Kebiasaan yang Merusak Gigi Anak
Hai Sobat Mitra, jangan panik kalau si kecil rewel. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab si kecil rewel, seperti kelelahan, lapar, atau sakit gigi. Umumnya anak-anak mulai menyukai makanan manis pada usia sekitar dua tahun. Walaupun berfungsi untuk menambah energi, namun gula merupakan bahan makanan yang tinggi kalori dan rendah nutrisi. Oleh karena itu anak berusia 2–18 tahun dianjurkan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 25 gram gula per harinya. Sementara itu, anakn usia di bawah 2 tahun tidak dianjurkan untuk mengonsumsi gula tambahan sama sekali.
Tak hanya makanan manis, ternyata sederet kebiasaan si kecil juga bisa menjadi penyebab kerusakan gigi, seperti
Mengedot seharian
Kebiasaan mengedot seharian dapat menyebabkan kerusakan gigi akibat penumpukan bakteri. Ketika tidur, kandungan gula dari minuman akan tersimpan dan tergenang lebih lama di dalam mulut. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang lebih subur.
Mengisap jempol dan mengempeng
Bila Si Kecil masih terus melakukannya sampai ia berusia lebih dari 5 tahun, kebiasaan ini dapat menyebabkan giginya tumbuh berantakan. Mengisap jempol dan mengempeng dapat menyebabkan susunan gigi menjadi tidak rata. Hal ini disebabkan gerakan otot-otot mulut pada saat menyedot botol berbeda dengan menyusui langsung
Menggigit alat tulis atau benda asing
Kebiasaan mengigit alat tulis atau mainan menyebabkan masuknya bakteri ke dalam mulut, sehingga bisa memicu kerusakan dan keretakan gigi.
Menelan pasta gigi
Fluoride yang terkandung di dalam pasta gigi, meski baik untuk kesehatan gigi, justru dapat menyebabkan fluorosis jika digunakan secara berlebihan atau tertelan. Fluorosis akan menyebabkan munculnya bintik cokelat atau putih pada gigi anak.
