Waspada Gejala Asma pada Anak
Hai Sobat Mitra. Asma adalah masalah pada paru-paru berupa peradangan dan penyempitan saluran pernapasan yang membuat pengidapnya kesulitan bernapas. Tak hanya itu, asma juga ditandai oleh gejala lain seperti mengi, batuk-batuk, dan nyeri dada. Saluran pernapasan pada pengidap asma lebih sensitif dibandingkan dengan orang tanpa asma. Ketika paru-paru teriritasi akibat zat pemicu seperti asap rokok, debu, bulu binatang, maka otot-otot saluran pernapasan pada pengidapnya menjadi kaku dan menyempit. Asma tak hanya menyerang orang dewasa, justru umumnya penyakit pernapasan kronis ini menyerang anak-anak. Sayangnya, tidak banyak orangtua yang menyadari gejala-gejala awal asma yang terjadi pada anak, sehingga penyakit ini baru terdeteksi setelah cukup lama, bahkan mungkin setelah anak sakit. Untuk mencegah penyakit pernapasan kronis pada anak, Sobat Mitra perlu mewaspadai gejala asma pada anak.
- Batuk pada malam hari
- Suara mengi atau bersiul saat menghembuskan nafas
- Kesulitan bernafas atau napas cepat yang menyebabkan kulit di sekitar tulang rusuk atau leher tertarik kedalam
- Sering masuk angin yang menetap di dada
Sayangnya, belum ditemukannya bukti oleh para ahli terkait apa yang menyebabkan beberapa bayi bisa alami asma. Seorang anak akan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terkena asma jika memiliki riwayat keluarga asma atau alergi, alergi tertentu, dibesarkan oleh ibu yang merokok selama kehamilan, atau bayi yang terlahir prematur
Virus pernapasan adalah salah satu penyebab asma pada anak berusia 5 tahun ke bawah. Meskipun orang dewasa juga bisa mengalami infeksi saluran pernapasan, anak-anak lebih sering mengalaminya, sebab bayi dan balita memiliki saluran udara yang jauh lebih kecil daripada orang dewasa, sehingga penyumbatan kecil yang disebabkan oleh infeksi virus, saluran udara yang ketat atau lendir dapat membuat anak sulit bernapas.
