Mengapa Terjadi Bell’s Palsy?
Pernahkah Sobat Mitra mengalami kelumpuhan wajah sebelah? Atau pernahkah kamu melihat orang lain mengalaminya? Hal seperti ini biasa disebut Bells palsy. Bells palsy merupakan kelemahan yang terjadi pada salah satu sisi otot wajah. Umumnya keadaan ini bersifat sementara. Bell’s palsy membuat satu sisi wajah akan terlihat melorot. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, namun beberapa keadaan yang lebih rentan mengalami Bells palsy adalah wanita hamil, pengidap diabetes, dan HIV. Bell’s palsy akan membuat seseorang bisa tersenyum hanya pada satu sisi wajah, dan biasanya mata di sisi yang terkena juga menolak untuk menutup, yang sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya.
Meskipun belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun banyak ahli meyakini kondisi ini adalah hasil dari pembengkakan dan peradangan saraf yang mengontrol otot-otot di satu sisi wajah, dan juga reaksi yang terjadi setelah infeksi virus. Kondisi ini diduga terjadi karena saraf yang mengendalikan otot wajah tertekan atau terganggu. Selain itu, ahli juga menyebutkan penyebab kelumpuhan ini disebabkan oleh peradangan infeksi virus, seperti virus herpes. Berikut adalah beberapa penyebab yang mungkin dapat menyebabkan Bells palsy pada wajah:
- Cedera karena operasi
- Cedera pada wajah akibat luka retak pada dagu atau pada tulang tengkorak.
- Faktor keturunan, kondisi ini terjadi pada anak yang terlahir dengan kelemahan atau kelumpuhan pada wajah.
Jika Sobat Mitra dalam kondisi Bells palsy, disarankan untuk melakukan car aini:
- Rutin memberikan tetes air mata buatan agar tidak kering.
- Tutupi bagian mata dengan kapas bersih ketika sulit menutup mata.
- Lindungi mata dari cedera karena gangguan ini dapat memengaruhi refleks berkedip.
- Oleskan bagian wajah yang sakit dengan handuk yang direndam air hangat
- Jaga kesehatan dengan melakukan diet seimbang dan olahraga teratur.
Selain itu, agar tidak memperparah kondisi, sobat mitra juga harus menghindari aktivitas seperti:
- Hindari makanan yang keras dan kenyal, lalu pilih makanan yang lembut dan mudah dikunyah.
- Hindari konsumsi makanan yang menyebabkan batuk
- Hindari makanan yang berserat, kenyal, serta memiliki biji atau kulit.
- Hindari mengonsumsi makanan dalam porsi yang besar
- Hindari melakukan ekspresi dan latihan wajah
